INGAT kisah Cinderella kan? Suatu hari dia datang ke pesta dansa yang diadakan oleh kerajaan. Di situ Cinderella tampil cantik sekali. Bukan hanya wajahnya yang memang cantik, tapi juga gaunnya memesona.
Ups, sayang, dia nggak bisa selamanya tampil cantik. Sebab, begitu waktu menunjukkan pukul 12 malam, dia harus mengakhiri pesta dansanya dan pulang ke rumah. Hmmm...
Rupanya, bukan hanya Cinderella yang punya jam malam. ResponDet pun punya. Paling malam, mereka harus sampai rumah lebih cepat tiga jam daripada Cinderella, yaitu pukul 21.00. Meski dibatasi, mereka tetap ngerasa enjoy lho alias nggak terkekang (51,3 persen).
Pengin tahu lebih lanjut? Yuk, simak cerita responDet yang mengalaminya langsung. Vania Ardelia contohnya. Cewek yang menimba ilmu di SMAN 15 itu kena jam malam dari ortu gara-gara suka keluyuran. "Namanya juga anak cewek. Pastinya ortuku khawatir kalau aku keluyuran malam-malam. Pernah aku dicariin ortuku gara-gara sampai pukul sebelas malam aku belum ada di rumah. Parahnya lagi, pas itu handphone-ku mati. Jadi, aku baru tahu kalau ortu neleponin terus pas udah sampai di rumah." ujar Vania.
Berawal dari situ, akhirnya Vania dikenai jam malam. Maksimal, dia harus sampai rumah pukul 21.00. Diberi aturan seperti itu, ternyata dia oke-oke aja lho. Dia malah bersyukur karena kebiasaannya keluar malam bisa berkurang.
"Bagiku, jam malam itu nggak masalah. Soalnya, efektif mencegah aku keluyuran malam-malam," imbuh cewek pengemar band indie inu.
Eh, tapi nggak cuma anak cewek lho yang dibatasi jam malam. Remaja kaum adam juga begitu. Contohnya, Fahmi Budiman asal SMP 30. "Dulu pas masih kelas satu SMP, aku nggak boleh keluar terlalu malam sama ortuku. Waktu itu, pukul sembilan malam aku sudah harus di rumah," tuturnya.
Meski mengatakan enjoy untuk mematuhinya, Fahmi juga pernah kelewatan jam malam, lho. Kok bisa sih? "Ceritanya gini. Gara-gara keasyikan nongkrong sama teman, aku nggak nyadar kalau jam udah menunjukkan lewat angka sembilan. Akhirnya, aku dikunci dan nggak bisa masuk rumah. Ya udah, akhirnya aku nginap deh di rumah teman," cerita Fahmi panjang lebar. Wah, untung tuh temannya mau nampung. Kalau nggak, masak tidur di pinggir jalan. Hehehe. (agn/c6/fry)
Ups, sayang, dia nggak bisa selamanya tampil cantik. Sebab, begitu waktu menunjukkan pukul 12 malam, dia harus mengakhiri pesta dansanya dan pulang ke rumah. Hmmm...
Rupanya, bukan hanya Cinderella yang punya jam malam. ResponDet pun punya. Paling malam, mereka harus sampai rumah lebih cepat tiga jam daripada Cinderella, yaitu pukul 21.00. Meski dibatasi, mereka tetap ngerasa enjoy lho alias nggak terkekang (51,3 persen).
Pengin tahu lebih lanjut? Yuk, simak cerita responDet yang mengalaminya langsung. Vania Ardelia contohnya. Cewek yang menimba ilmu di SMAN 15 itu kena jam malam dari ortu gara-gara suka keluyuran. "Namanya juga anak cewek. Pastinya ortuku khawatir kalau aku keluyuran malam-malam. Pernah aku dicariin ortuku gara-gara sampai pukul sebelas malam aku belum ada di rumah. Parahnya lagi, pas itu handphone-ku mati. Jadi, aku baru tahu kalau ortu neleponin terus pas udah sampai di rumah." ujar Vania.
Berawal dari situ, akhirnya Vania dikenai jam malam. Maksimal, dia harus sampai rumah pukul 21.00. Diberi aturan seperti itu, ternyata dia oke-oke aja lho. Dia malah bersyukur karena kebiasaannya keluar malam bisa berkurang.
"Bagiku, jam malam itu nggak masalah. Soalnya, efektif mencegah aku keluyuran malam-malam," imbuh cewek pengemar band indie inu.
Eh, tapi nggak cuma anak cewek lho yang dibatasi jam malam. Remaja kaum adam juga begitu. Contohnya, Fahmi Budiman asal SMP 30. "Dulu pas masih kelas satu SMP, aku nggak boleh keluar terlalu malam sama ortuku. Waktu itu, pukul sembilan malam aku sudah harus di rumah," tuturnya.
Meski mengatakan enjoy untuk mematuhinya, Fahmi juga pernah kelewatan jam malam, lho. Kok bisa sih? "Ceritanya gini. Gara-gara keasyikan nongkrong sama teman, aku nggak nyadar kalau jam udah menunjukkan lewat angka sembilan. Akhirnya, aku dikunci dan nggak bisa masuk rumah. Ya udah, akhirnya aku nginap deh di rumah teman," cerita Fahmi panjang lebar. Wah, untung tuh temannya mau nampung. Kalau nggak, masak tidur di pinggir jalan. Hehehe. (agn/c6/fry)
0 komentar:
Posting Komentar